Minggu, 29 April 2012

resum filsafat ilmu

RESUM FILSAFAT ILMU
A.  Ruang Lingkup Filsafat Ilmu
            Setiap ilmu memiliki 2 objek yaitu objek material dan objek formal. Objek material filsafat adalah segala yang ada. Sedangkan objek formal dari filsafat adalah sudut pandang yang menyeluruh, radikal, dan rasional tentang segala yang ada. Cakupan objek filsafat lebih luas dibandingkan dengan ilmu, sebab ilmu hanya mengandung yang empiris saja sedangkan filsafat mencakup yang empiris maupun non empiris.
Filsafat dalam bahasa Inggris yaitu philosophy,sedangkan dalam bahasa Yunani yaitu terdiri dari dua kata philos (cinta) atau philia (persahabatan) dan shopos (kebijaksanaan). Jadi secara etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran.
Ilmu berasal dari bahasa Arab yang berarti mengerti atau memahami, benar-benar. Pengertian ilmu menurut Amsal Bakhtiar adalah sebagian dari pengetahuan yang memiliki ciri-ciri sistematik, empiris, universal, objektif, dapat diukur, terbuka, dan komulatif. Dapat disimpulkan pengertian filsafat ilmu adalah kajian yang mendalam berkaitan dengan dasar-dasar ilmu mencoba menjawab pertanyaan ontologi, epistomologi, dan aksiologi ilmu.Dimana persoalan tersebut adalah:
  1. Pertanyaan landasan ontologis yaitu objek apa yang ditelaah? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek ersebut? Dari landasan ontologis ini adalah dasar untuk mengklasifikasi pengetahuan dan sekaligus bidang-bidang ilmu.
  2. Pertanyaan bersifat epistomologis yaitu bagaimana proses pengetahuan yang masih berserakan, bagaimana prosedur dan mekanisme? Apa kriteia sesuatu yang bersifat kebenaran?
  3. Pertanyaan bersifat Aksiologis yaitu untuk apa ilmu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara menggunakan ilmu dengan kaidah-kaidah moral.
            Tujuan mempelajari filsafat ilmu
  1. Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, sehingga dapat memahami sumber, hakikat, dan tujuan ilmu.
  2. Memahami sejarah kemajuan ilmu diberbagai bidang hingga menemukan bentuknya seperti sekarang.
  3. mempertegas bahwa antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan dalam persoalan sumber dan tujuannya.
B.  Sejarah Perkembangan Ilmu
            Pada masa periode filsafat Yunani terjadi perubahan pola pikir dari mitosentris kepada logisentris. Kemudian lahir tokoh filsafat yaitu Thales (624-546 SM) Ia mengatakan bahwa asal alam adalah air karena air merupakan unsur terpenting dalam hidup. Selain Thales muncul juga tokoh yang bernama Pythagoras (580-500 SM) Yang berpendapat mengembalikan sesatu dengan bilangan. Tokoh yang sangat menonjol adalah Plato (429-347 SM) menurutnya esensi itu mempunyai realitas dan realitasnya terdapat dalam idea. Puncak filsafat Yunani terjadi pada masa Aristoteles (384-322 SM) Ia menemukan pemecahan persoalan-persoalan filsafat yang dipersatukan dalam sistem: logika, matematika, fisika, dan metafisika. Dan logika Aristoteles yang terkenal dengan silogisme.
            Penyampaian ilmu dan filsafat Yunani kedalam dunia Islam, contoh tokoh filsafat muslim adalah Al-Farabi. Al-Farabi mempunyai sikap yang jelas karena ia percaya kepada kesatuan filasafat sepanjang yang menjadi tujuan mereka adalah kebenaran. Bukti dari penyerapan Yunani ke dunia Islam adalah terdapat pusat-pusat pengetahuan seperti Ariokh, Ephesus, dan Iskandariah dimana bahasa Yunani purba masih dipergunakan dalam pusat-pusat pengetahuan tersebut, sehingga pengaruh Yunani masih mendalam dan meluas.
            Perkembangan ilmu pada masa Islam klasik adalah terjadi peristiwa Fitnah al-Kubra dimana dalam peristiwa ini munul berbagai aliran-aliran teologis sepert syi’ah, khawarij, mu’tazilah, muawiyah, sunni atau Ahl-al-Sunnahwa al –Jama’ah. Selain golongan tersebut terjadi juga perkembangan ilmu tafsir, ilmu hadi’s, ilmu fiqih dan lain-lain. Peristiwa yang penting pada masa ini adalah masuknya unsur-unsur dari luar kedalam Islam yang terkenal dengan budaya Hellenisme.
Perkembangan Islam pada masa kejayaan terjadi pada masa  pemerintahan dinasti Umayyah dan dinasti Abbasiyyah ilmu sangat berkembang sangat maju dan pesat. Pada masa ini terdapat tokoh-tokoh cendikiawan muslim yang memberikan perkembangannya dibidang ilmu seperti: Al-Mansur, Al-Ma’un, Harun Al-Rasyid, dan juga tokoh filosofi muslim yaitu Al-Kindi. Kejayaan keilmuan Islam juga tidak terlepas  dari transformasi ilmu dari dunia Islam ke Barat.
            Pada abad ke 18 merupakan abad yang menyedihkan karena terjadi masa keruntuhan tradisi keilmuan dalam Islam, salah satu penyebab utamanya dari kematian semangat ilmiah di kalangan umat Islam adalah diterimanya paham Yunani mengenai realitas yang pada pokok bersifat statis sedangkan jiwa Islam adalah dinamis dan berkembang.
            Kemajuan ilmu zaman Renaisains dan moderen, Renaisains merupakan zaman kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. Leonardo da Vinci berhasil menemukan percetakan, dan Columbus yang berhasil menemukan benua baru, yang mendorong keras bagi kemajuan ilmu. Adanya penemuan dibidang perbintangan seperti Copernicus yang terkenal dengan teori Heliosentrisme, dan Galileo menjadi dasar bagi munculnya astrnomi mederen yang menjadi titik balik dalam pemikiran ilmu dan filsafat. Muncul Johannes Keppler seorang ahli matematika, dan pengakuannya yang terkenal adalah lintasan planet yang berbentuk elips. Pada zaman moderen perkembangan ilmu dipegang oleh Isaac Newton (1643-1727) yang berhasil melahirkan teori Grafitasi, perhitungan Calculus dan Optika. Masa modern juga muncul ilmu-ilmu seperti matematika, fisika, astronomi, kimia, logika, aksioma, ataupun deduksi. Perlu diketahui juga bahwa pada zaman moderen ini terdapat peralihan masyarakat agraris dan perdagangan ke masyarakat industri moderen dan perdagangan maju.
            Ilmu yang berbasis Rasionalisme dan Empirisme, perkembangan manusia sesudah tahap mitos, manusia berkembang dalam tahap filsafat. Dalam tahap falsafi, pemikiran diarahkan menuju prinsip-prinsip dan ide-ide tertinggi, dalam tahap ini hakikat segala sesuatu menjadi tahap yang terakhir. Dalam menyusun pengetahuan, kaum rasionalisme menggunakan penalaran deduktif, penarikan secara deduktif menggunakan pola silogisme. Sedangkan mereka yang mengembangkan pengetahun berdasarkan pengalaman konkret disebut penganut empirisme. Penganut empiris menggunakan penalaran induktif.
            Kemajuan ilmu pada zaman kotemporer. Perkembangan dan kemajuan peradaban manusia tidak terlepas dari peran ilmu. Beberpa contoh perkembangan ilmu pada zaman kotemporer adalah sebagai berikut:
  1. Santri, priyayi, dan abangan. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Clifford Geertz yang dalam versi aslinya berjudul The Religion of  Java. Terdapat 3 lingkungan yang berbeda yaitu pedesaan, pasar, dan pemerintah yang dibarengi dengan sejarah kebudayaan yang berbeda (yang berkaitan dengan masuknya agama serta peradaban Hindu dan Islam di Jawa) telah mewujudkan adanya abangan (yang menekankan pentingnya animistik), santri ( yang menekankan aspek-aspek Islam), dan priyayi (yang menakankan aspek-aspek hindu). Suatu kompleks keagamaan yang menekankan pada pentingnya hakikat halus sebagai lawan dari kasar (kasar dianggap sebagai ciri-ciri utama abangan) yang perwujudannya tampak dalam berbagai sistem simbol yang  berkaitan dengan etiket, tari-tarian, dan brbagai bentuk kesenian, bahasa, dan pakaian (priyayi). Selain itu tiga golongan yang memiliki subtradisi masing-masing: abangan, yaitu golongan   petani kecil, santri yaitu pemeluk agama Islam yang taat, yang terdiri dari pedagang kota dan petani bekecukupan, priyayi yaitu golongan yang masih memiliki pandangan Hindu-Budha yang terdiri dari pelajar, golongan atas dan penduduk kota.
  2. Teknologi Rekayasa Genetika, yaitu teknologi berupa kloning.
  3. Teknologi informasi
  4. Teori partikel Elementer.
            Kemajuan sains dan teknologi dibidang-bidang lain. Hampir seluruh aspek kehidupan manusia mendapat sentuhan efek kemajuan ilmu dan teknologi. Yuri Gagari adalah orang pertama yang berhasil diluncurkan keluar angkasa oleh Uni Soviet, dan Neil Amstrong menjadi manusia pertama yang berhasil mendarat di Bulan. Ilmu dan penemuan-penemuan yang menjadi ciri utama perkembangan ilmu itu memang berkembang sangat cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar